25/10/2020

GELIAT SMK KARAWANG

Knowledge, Skill & Attitude

Prakerin SMK Yapinas menerapkan Sistem Home Stay Berbasis Pontren

Geliat SMK Karawang – SMK Yapinas yang beralamat di Jalan Mekarsari Desa Sukasari Kecamatan Cibuaya Karawang dalam hal sistim pengawasan dan pendidikan siswa selama Praktek Kerja Industri (Prakerin) patut ditiru. Lazimnya saat siswa sedang Prakerin Pihak Sekolah hanya sebatas memfasilitasi siswa melaksanakan prakerin selepas itu nyaris jarang pengawasan apalagi pembinaan. Namun tidak dengan SMK Yapinas, Sekolah ini tak hanya sekedar memasukkan siswa ke perusahaan namun saat di luar jam Prakerin pola pengawasan dan pendidikan tetap dilaksanakan, adapun polanya dinamakan dengan program MY HOME STAY is MY PONTREN.

Kepada Geliat SMK Karawang Ana Sugiana, ST menjelaskan bahwa program ini dibuat dalam rangka menjawab tantangan dari Yayasan yang memang bernotabene berbasis Pondok Pesantren. “Yayasan menghendaki tetap adanya pembekalan ilmu agama dan umum walau siswa sedang melaksanakan Prakerin” Jelasnya. Di luar tuntutan tersebut pada dasarnya program ini memamg sudah menjadi program sekolah yang memang saat siswa Prakerin terkadang luput dari pemantauan sekolah. “Mind set siswa terkadang berasumsi bahwa masa Prakerin adalah masa ‘BEBAS’ dari sekolah, yang akhirnya siswa cenderung meninggalkan pelajaran baik pendidikan agama maupun umum” lanjut Ana. Akhirnya kami menyusun sedemikian rupa program ini bersama pihak yayasan dan Wakasek Hubungan industri agar bisa merealisasikan program ini.

Hal yang pertama dilakukan adalah mencarikan Rumah Singgah (Home Stay) bagi siswa Prakerin. Selanjutnya berkoordinasi dengan para tokoh dan guru ngaji sekitaran home stay untuk dijadikan pembimbing mereka pasca mereka melaksanakan Prakerin di perusahaan. “Guru dari sekolahpun kami buatkan jadwal untuk menjadi pemateri selama di home stay” lanjut Ana. Adapun kegiatan siswa Prakerin selama di home stay antara lain Shalat berjamaah dilanjutkan muhadhoroh secara jadwal bergiliran oleh para siswa, Sorogan (belajar membaca Quran), dan materi2 lainnya. “Setiap malam jum’at kami menghadirkan pemateri dari luar, bahkan Alhamdulillah staff dari KCD Wilayah IV pun kami undang untuk memberikan tauziah” kata Ana.

Kegiatan ini disambut dan dinilai baik oleh para oramgtua siswa. “Kami sangat mendukung dan menerima kegiatan Prakerin ini, dengan adanya kegiatan ini kami tidak lagi was-was melepas anak kami selama Prakerin” ungkap Ibu Lilis salah satu orangtua siswa. “Anak saya sekarang sudah mulai nampak mandiri dan bertanggungjawab, karena di home stay dibiasakan melakukan pekerjaan rumah serba sendiri” lanjutnya. Lebih lanjut lagi dikatakan bahwa para sepakat kalau dimungkinkan sarana transportasipun dikoordinasikan secara kolektif agar saat membesuk anak-anaknya terjadwal.

Menjawab hal itu Ana Sugiana menjelaskan bahwa memang untuk jadwal besuk orangtua memang kami atur sedemikian rupa yaitu dijadwalkan pada hari minggu, namun tidak setiap minggu, “Karena ini masa pandemi, guna menghindari kerumunan jadwal besuk kita bikin daftarnya, kecuali yang bersifat insidental seperti sakit, atau keperluan urgen lainnya” jawab Ana.

Lusi salah satu siswa Prakerin SMK Yapinas mengatakan bahwa dirinya sangat senang dengan adanya program ini, “Alhamdulillah walau sedang Prakerin kami masih bisa menimba ilmu agama disini, pemilik rumahnya baik serasa kami berada di rumah sendiri. Disini kami belajar untuk mandiri, bertanggungjawab, disiplin, dan gotong royong” Jelas Lusi. Rekan-rekan Lusi yang lainpun mengiyakan dan berkomentar bahwa Prakerin yang mereka laksanakan kini sungguh menjadi pengalaman yang mengesankan dan berarti. “My Home Stay is My Pontren memang harapannya adalah selain anak mempunyai pengalaman dalam dunia kerja juga sebagai ‘kawah candradimuka’nya pembentukan karakter anak secara real di dunia nyata bagi siswa-siswi SMK Yapinas” Kata Ana mengakhiri wawancara. (Soed)