29/11/2020

GELIAT SMK KARAWANG

Knowledge, Skill & Attitude

“Kenyataannya Tidak Seperti Itu” Penjelasan Kepsek SMK Mathlaul Anwar Pakis Jaya

SMK mathlaul Anwar pakisjaya hari ini dihebohkan dengan pemberitaan Media on line diduga mengeluarkan siswa yang tidak mampu bayar SPP, dan ada lagi yang pemberitaan tentang tidak memperkenankan siswa yang belum membayar untuk tidak ikut Ujian Sekolah, bahkan disodorkan surat pengunduran diri.

Menanggapi pemberitaan tersebut kepada Redaksi Geliat SMK, Akhmad Jumhur, S.Pd Kepala SMK Mathlaul Anwar mengklarifikasi dan menjelaskan permasalahan yang sebenarnya. “Fakta sebenarnya bukan seperti yang santer diberitakan” kata Jumhur.

Selanjutnya Ustad Jumhur membuat klarifikasi tertulis sebagai berikut :

Klarifikasi
Beredarnya pemberitaan tentang SMK Mathla’ul Anwar Pakisjaya baru-baru ini di Media Sosial yang bersumber dari Media on line dapat kami jelaskan bahwa berita tersebut sangat tidak relevan dengan kenyataanta. Untuk itu kami mengklarifikasi kejadian yang sebenarnya.
Awal pelaksanaan ulangan semester I, kami membuat surat pemberitahuan untuk orangtua murid yang mempunyai tunggakan administrasi keuangan ke sekolah . Kemudian bagi orang tua/wali murid yg belum atau tidak kordinasi dengan pihak sekolah, kami kirimkan surat susulan berupa panggilan. Itu kami lakukan agar ada kepastian dari orangtua murid itu sendiri bahwa akan bertanggung jawab menyelesaikannya. Dengan kejelasan dari orangtua murid kami tetap memberikan kartu tes walau pun mereka tidak melunasinya. Namun ada salah satu orangtua murid yang merasa ke beratan untuk di panggil ke sekolah. Pada saat semester I berlangsung siswi yang bersangkutan tidak hadir. Pada hari pertama kami kirimkan kembali surat panggilan kepada orang tuanya, demikian seterusnya hingga tiga kali.
Akhirnya dia membuat pemberitaan yang menyatakan siswa tidak mampu tidak diberikan kartu tes sebagaimana berita tersebut beredar di medsos online.
Dengan kejadian itu siswa tersebut tidak melanjutkan pendidikannya sementara siswa tersebut duduk di kelas 12 yang akan mengikuti UNBK pada tanggal, 16 Maret 2020.
Berdasarkan POS unbk bagi siswa yang tidak mengikuti pembelajaran sebelum pelaksanaan UNBK harus ditanya kepastiannya akan tetap ikut UNBK atau tidak. Apabila tidak ikut, dan demi tertib administrasi, kami pihak sekolah menyodorkan format berita acara pengunduran diri yang ditandatangani orang tua siswa bahwa siswa tersebut mengundurkan. Proses ini pun kami tempuh dengan mendatangi kediaman orangtuanya untuk menanyakan kepastianya apakah anaknya mau lanjut mengikuti unbk atau tidak? Orantuanya menyatakan mengundurkan diri, maka kami pun menyodorkan surat pernyataan mengundurkan diri yang harus ditandatanganinya, tapi sampai kami pulang surat tersebut tidak ditandatanganinya. Yang pada akhirnya orangtua tersebut memuatnya pemberitaan di media on line yang menurut kami semua itu merupakan pemberitaan yang tidak relevan.

Turut dijelaskan pula bahwa tidak benar adanya kami mengeluarkan siswa hanya karena tidak bayar SPP, dan belum pernah terjadi dari semenjak sekolah berdiri SMK Mathlaul Anwar mengeluarkan siswa hanya karena tidak membayar administrasi sekolah. “Siswa yang sedang sakit sekalipun saya payang (bopong) oleh saya sendiri saat ujian kemarin walau dia belum bayar, bahkan di sekolah ini kami menggratiskan 25 siswa yatim/piatu dari segala bentuk bayaran” Jelas jumhur. “Saya sarankan alangkah baiknya dibicarakan baik-baik apabila ada permasalahan dengan sekolah, yang saya khawatirkan adanya misspersepsi seperti ini” lanjut Jumhur menjelaskan. Lalu terkait Foto plang sekolah di cover pemberitaan Jumhur menjelaskan bahwa itu bukan plang sekolah SMK MATHLAUL ANWAR Pakis Jaya, ” Awalnya kami mengira itu bukan sekolah kami karena bukan plang sekolah kami ”

Plang SMK Mathlaul Anwar Pakis Jaya

Diakhir Jumhur mengatakan bahwa pihak sekolah sangat membuka diri untuk diajak berdiskusi oleh pihak orangtua, “selalu ada solusi apabila kita mau berdiskusi” pungkas Jumhur.

“SMK Mathlaul Anwar adalah sebuah sekolah kecil, daripada itu kami selalu berusaha meminimalisir pengeluaran oprasional sekolah, untuk perbaikan sarana mebeulerpun saya lakukan sendiri” Kata Jumhur di sela-sela wawancara